<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>aluq</title>
	<atom:link href="http://aluq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aluq.wordpress.com</link>
	<description>Welcome to the jungle ......</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 06:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aluq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>aluq</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aluq.wordpress.com/osd.xml" title="aluq" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aluq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AHLI ILMU YANG MENDEBAT, BUKAN KAMU &#8230;.</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2010/07/07/ahli-ilmu-yang-mendebat-bukan-kamu/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2010/07/07/ahli-ilmu-yang-mendebat-bukan-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan http://www.almanhaj.or.id/content/2385/slash/0 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Dzat yang telah mengangkat kedudukan para ulama yang bertakwa. Shalawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam penutup para nabi. Juga kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikuti mereka sampai hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=43&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan</p>
<p>http://www.almanhaj.or.id/content/2385/slash/0</p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Dzat yang telah mengangkat kedudukan para ulama yang bertakwa. Shalawat dan salam kepada Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam penutup para nabi. Juga kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikuti mereka sampai hari kiamat<br />
Amma ba’du.</p>
<p>Slogan “menghargai pendapat orang lain”, berulang kali disampaikan melalui media audio maupun media cetak, dan ungkapan ini, seolah-olah sudah menjadi sebuah peraturan mengikat. Padahal ungkapan ini tidak mutlak, tidak sepenuhnya benar. Karena masalah-masalah yang berkaitan dengan din (agama), pijakannya ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan berdasarkan pendapat. Sehingga siapapun yang salah dalam permasalahan din, maka pendapatnya tidak boleh dihargai dan tidak boleh didiamkan. Karena menghargai atau diam merupakan pengkhianatan terhadap Islam dan kaum muslimin ; juga berarti menyembunyikan al-haq (kebenaran), padahal Allah Azza wa Jalla berfirman.</p>
<p>“(Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu) : “Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya…)” [Ali-Imran : 187]</p>
<p>Meskipun yang keliru itu adalah orang terbaik atau orang yang paling tinggi martabatnya (dia tetap tidak boleh didiamkan, -red) karena kedudukan al-haq lebih tinggi dari dirinya.</p>
<p>Lihatlah! Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu membantah pendapat Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika mereka menyelisihi dalil tentang pembatalan haji ke umrah. Dan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Hampir saja ada batu yang jatuh dari langit menimpa kalian. Aku mengatakan Rasulullah bersabda, sedangkan kalian mengatakan Abu Bakar dan Umar mengatakan”. Karena tidak boleh berijtihad, jika ada nash atau dalil.</p>
<p>Oleh karena itu, tidak boleh menghargai pendapat orang lain dengan mengorbankan agama. Membantah kesalahan, bukan berarti merendahkan atau menurunkan derajat orang yang dibantah. Kecuali jika yang dibantah itu bukan ahli ilmu, maka keadaan orang ini harus dijelaskan, supaya ia tidak dianggap sebagai ulama, karena ia bukan ulama. Para ulama tidak membolehkan umat mendiamkan kesalahan-kesalahan mereka (jika ada, red), dan mereka juga tidak merasa berat menerima kebenaran dari orang yang membawakannya.</p>
<p>Contohlah Imam Abu Hanifah rahimahullah, beliau berkata : “Jika ada hadits yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was allam, maka kami taat sepenuhnya. Jika ada ucapan yang datang dari para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami taat sepenuhnya. Jika ada ucapan yang datang dari selain mereka, maka mereka adalah tokoh, dan kami juga tokoh”. Maksudnya, sama-sama ulama, selama itu merupakan masalah ijtihadiy</p>
<p>Masalah ijtihadiy, yang belum jelas kebenarannya, tidak bisa diingkari apabila yang berpendapat itu seseorang yang berhak untuk berijtihad. Yaitu yang memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab ushul, bukan seorang yang merasa berilmu, padahal bodoh. Jadi, berijtihad bukan hak semua orang.</p>
<p>Imam Malik rahimahullah juga berkata : “Kita semua bisa membantah dan bisa dibantah, kecuali penghuni kubur ini”. Maksudnya, ialah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, tidak ada seorangpun yang tidak boleh dibantah jika salah, dan ia tidak boleh fanatik dengan pendapatnya.</p>
<p>Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata : “Jika ucapanku bertentangan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka benturkanlah pendapatku dengan tembok”. Maksud beliau, tinggalkanlah pendapatku</p>
<p>Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Aku heran dengan sebagian manusia yang sudah mengetahui sanad dan keshahihan sanad, namun mereka mengikuti pendapat Sufyan. Padahal Allah Azza wa Jalla berfirman.</p>
<p>“(Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih)” [An-Nur : 63]</p>
<p>Kemudian, untuk diketahui, orang-orang yang mempropagandakan slogan “menghargai pendapat orang lain”, mereka ini hanya akan menghormati dan menghargai pendapat-pendapat yang sesuai dengan nafsu dan sejalan dengan ambisi mereka, meskipun pendapat itu bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka tidak akan menghargai pendapat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, jika pendapat ini berseberangan dengan nafsu dan ambisi mereka. Bahkan kemudian, mereka menyematkan gelar jumud (beku, tidak fleksibel), ekstrim, dangkal, dan berbagai gelar buruk lainnya terhadap pendapat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.</p>
<p>Juga dalam memberikan bantahan, tidak harus menyebutkan kebaikan orang yang dibantah, sebagaimana dikatakan para pengusung pendapat muwazanah (keseimbangan)[1]. Karena tujuannya bukan mengoreksi orang itu, namun hanya menjelaskan kesalahan-kesalahannya supaya orang lain tidak terpedaya. Sekali lagi bukan meluruskan orang itu.</p>
<p>Membantah orang yang menyimpang dalam urusan din (agama) merupakan perkara wajib, supaya al-haq tidak bercampur dengan yang bathil. Allah Azza wa Jalla telah membantah perkataan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dalam kitab-Nya yang mulia.</p>
<p>Ketika Abu Sufyan mengatakan kepada kaum muslimin saat perang Uhud, “kami memiliki Uzza, sedangkan kalian tidak memiliki Uzza”, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat.</p>
<p>“Tidakkah kalian membalasnya?” Para sahabat berkata ; “Wahai Rasulullah, apa yang harus kami ucapkan ?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Allah Azza wa Jalla adalah maula (pelindung) kami, sedangkan kalian tidak memilki maula” [2]</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menyuruh Hassan bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu membantah kaum musyrikin dengan menggunakan syair-syairnya Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Jawablah untukku, dan semoga Ruhul-Qudus (Malaikat Jibril) bersamamu” [3]</p>
<p>Lalu Hassan membantah kaum musyrikin dengan bantahan yang lebih menyakitkan dari hujaman anak panah dan tombak. Dan para ulama terus melakukan bantahan terhadap orang-orang yang menyimpang. Kitab-kitab mereka, dalam masalah ini sudah ma’ruf (dikenal).</p>
<p>Hanya saja (yang perlu diperhatikan, red) dalam membantah harus tetap dengan menggunakan adab-adab yang disyari’atkan. Dan tujuan melakukan bantahan ialah membela kebenaran, bukan membela diri dan menghabisi orang yang dibantah.</p>
<p>Hendaklah tidak menyinggung pribadi orang yang dibantah, (misalnya) dengan menjarh atau merendahkannya, kecuali jika orang yang dibantah itu sesat, atau ahli bid’ah, atau orang yang sok tahu dengan berbicara atas nama Allah dan Rasulullah tanpa dasar ilmu. Kalau keadaannya seperti ini, maka si pembantah wajib menjelaskan keadaan ilmu dan din (agama) seorang yang dibantahnya, sehingga ucapan orang yang dibantah itu tidak dipercaya, dan pendapat yang datang darinya tidak diambil, karena sarana yang bisa menyempurnakan suatu yang wajib, maka hukumnya wajib.</p>
<p>Allah Azza wa Jalla berfirman tentang ahli kitab yang mencela kaum muslimin, mengejek dan menyematkan gelar buruk pada mereka.</p>
<p>“Katakanlah (wahai Muhammad) : “Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi (dan orang yang) menyembah Taghut”. Mereka itu lebih buruk tempatnya di lebih tersesat dari jalan yang lurus” [Al-Maidah : 60]</p>
<p>Ringkasnya, dalam keadaan bagaimana pun, seorang ahli ilmu tidak boleh mendiamkan perkataan orang-orang yang menyimpang dan perkataan orang-orang soak tahu yang terus mengatakan sesuatu yang tidak mereka ketahui (hakikatnya, red). Seorang ahli ilmu, wajib menjelaskan al-haq dan membantah kebathilan, sebagai bentuk pembelaan terhadap Allah Azza wa Jalla, Rasul-Nya, Kitab-Nya, dan pembelaan terhadap seluruh kaum muslimin. Allah Azza wa Jalla berfirman.</p>
<p>“Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)” [Al-Ahzab : 4]</p>
<p>Dalam mukaddimah (pembukaan) bantahan terhadap Jahmiyah, Imam Ahmad rahimahullah mengatakan.</p>
<p>“Segala puji milik Allah Azza wa Jalla yang telah menjadikan pada setiap masa, sekelompok ahli ilmu yang membersihkan penyimpangan orang-orang yang berbuat ghuluw terhadap Kitabullah, pengakuan orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah, serta menghilangkan penakwilan-penakwilan orang jahil.</p>
<p>Para ahli ilmu ini mendakwahi orang yang sesat menuju petunjuk. Mereka bersabar dari gangguan orang-orang yang sesat. Betapa banyak orang-orang sesat itu telah mendapatkan petunjuk dengan perantaraan para ahli ilmu. Dan betapa banyak menusia yang dimatikan (hatinya, red) oleh iblis telah dihidupkan kembali melalui para ahli ilmu. Alangkah baiknya pengaruh mereka kepada manusia, dan alangkah buruk balasan manusia kepada mereka”.</p>
<p>Demikian, kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar diberi ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih. Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memperbaiki para penguasa kita, dan para penguasa kaum muslimin dimanapun berada ; agar Allah memenangkan din (agama)-Nya dan meninggikan kalimat-Nya, memberikan petunjuk kepada kaum muslimin yang tersesat.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memperlihatkan al-haq itu sebagai kebenaran dan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengikutinya ; serta memperlihatkan kebathilan itu sebagai kebathilan dan memberikan kekuatan kepada kita untuk menjauhinya.</p>
<p>Kita memohon kepada Allah agar tidak menjadikan suatu kebathilan itu menjadi samara-samar, sehingga mengakibatkan kita tersesat.</p>
<p>[Al-Bayan Li Akhta’i Ba’dhil Kuttab, 2/62-64]</p>
<p>[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XI/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Pendapat yang mengharuskan penyebutan kebaikan seseorang yang dinilai memiliki kekeliruan dan kesalahan, red<br />
[2]. HR Al-Bukhari, red<br />
[3]. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari, Kitab Bad’il Khalqi, Bab Dzikril Malaikah, juga dalam riwayat Imam Muslim, Kitab Fadha’ilish Shahabah, Bab : Fadha’il Hassan bin Tsabit no. 6334</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=43&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2010/07/07/ahli-ilmu-yang-mendebat-bukan-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Sholat</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2010/01/05/jadwal-sholat/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2010/01/05/jadwal-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 06:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Ada teman nanya waktu  sholat subuh di Mila Itali. Lhah mana saya tau ?!?!?!?! Tap, ternyata, ada yang sudah befikir ke depan, menyediakan layanan Jadwal Waktu Sholat di dunia maya. Ini salah satunya :<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=39&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada teman nanya waktu  sholat subuh di Mila Itali. Lhah mana saya tau ?!?!?!?!</p>
<p>Tap, ternyata, ada yang sudah befikir ke depan, menyediakan layanan Jadwal Waktu Sholat di dunia maya. Ini salah satunya : </p>
<p><a href="http://www.pkpu.or.id/adzan/index.php?id=83&amp;l_=544ac759df&amp;m=1&amp;type=2&amp;y=2010"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=39&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2010/01/05/jadwal-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qardhawi: Quthb Bertanggung Jawab atas Berkembangnya Islam Radikal</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2009/08/12/qardhawi-quthb-bertanggung-jawab-atas-berkembangnya-islam-radikal/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2009/08/12/qardhawi-quthb-bertanggung-jawab-atas-berkembangnya-islam-radikal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[By Republika Newsroom Senin, 10 Agustus 2009 pukul 12:52:00 KAIRO&#8211;Ketua persatuan ulama Muslim internasional, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menyatakan pemikiran takfir (pengkafiran pada muslim lain) dalam kitab-kitab Sayyid Quthb sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia. Pemikiran ini, tambah Qardhawi, juga tidak mencerminkan pemikiran gerakan al-Ikhwan al-Muslimun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=37&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Republika Newsroom Senin, 10 Agustus 2009 pukul 12:52:00</p>
<p>KAIRO&#8211;Ketua persatuan ulama Muslim internasional, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menyatakan pemikiran takfir (pengkafiran pada muslim lain) dalam kitab-kitab Sayyid Quthb sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia. Pemikiran ini, tambah Qardhawi, juga tidak mencerminkan pemikiran gerakan al-Ikhwan al-Muslimun, karena pemikiran takfir sama sekali tidak selaras dengan pemikiran Ikhwan al-Muslimin.  Pernyataan Qardhawi ini disampaikan dalam dialog dengan Dr Dhia Rishwan, peneliti gerakan Islam terkemuka asal Mesir, dalam program acara televisi &#8220;Manabir wa Madafi&#8221; (Mimbar dan Debat) yang disiarkan oleh kanal al-Fara&#8217;in Mesir pada Jumat (7/8), sebagaimana dilansir IslamOnline.net.   Dari Moderat ke Konservatif  Menurut Qardhawi, Sayyid Quthb bergabung dan aktif di organisasi al-Ikhwan al-Muslimun sejak awal tahun 50-an atas dasar ketertarikan dan kekagumanya pada Ikhwan. Pada mulanya, Quthb berpemikiran moderat dan selaras dengan Ikhwan, namun lama kelamaan, Quthb berubah menjadi lebih konserfatif. Perubahan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, khususnya dalam kitab tafsir Fi Dzilal al-Qur&#8217;an (Dalam Naungan Alquran) dan kitab Ma&#8217;alim fi at-Thariq  (Rambu-Rambu Jalan). Perubahan ini juga sangat jelas ketika kita bandingkan Dzilal cetakan pertama dan cetekan keduanya, pada cetakan kedua lah mulai muncul pemikiran hakimiyah (masyarakat hukum) dan jahilyah (masyarakat jahiliyah.  &#8220;Ahlussunnah tidak pernah condong kepada takfir, tidak sebagaimana yang sering dilakukan oleh sekte Khawarij,&#8221; jelas Qardhawi.  Pemikiran takfir tersebut, lanjut Qardhawi, berkembang ketika ia mendekam di penjara. Kondisi ini cukup memengaruhi pemikiranya. Quthb menganggap pemerintah yang ada sebagai komunis dan jauh dari agama.  Meski demikian, jika saja Sayyid Quthb saat itu tidak digantung (pada 29 Agustus 1966) dan diberi kesempatan untuk hidup normal (tidak dalam tekanan politik) dan berbaur dengan masyarakat, kemungkinan pemikiran Quthb akan berubah dan kembali lagi kepada pemikiran moderat.  Quthb dan Pendidikan Ikhwan  Menurut Qardhawi, Sayyid Quthb merupakan salah seorang yang sangat mengagumi sosok Imam Hasan al-Banna, pendiri Ikhwan. Atas ketertarikan ini, Quthb pun menulis buku berjudul  Hasan al-Banna wa &#8216;Abqariyyah al-Banna (Hasan al-Banna dan Kejeniusan Seorang Pendiri).  Meski demikian, pada perjalanan selanjutnya, masih menurut Qardhawi, Quthb lebih dipengaruhi oleh pemikiran Abul A&#8217;la al-Mawdudi, tokoh Islam sezamannya dari Pakistan.   Namun menurut Qardhawi pemikiran takfir dan tajhil (menganggap masyarakat Islam saat ini adalah jahiliyyah) sangat berbeda dengan pemikiran Mawdudi sendiri.  &#8220;Pemikiran Quthb lebih kepada pencampuran antara Ikhwan, Salafi, dan Jihadi,&#8221; jelas Qadhawi.  &#8220;Sayyid Quthb adalah sastrawan, pemikir, cendikiawan, penafsir, dan tokoh Islam terbesar pada masanya,&#8221; terang Qardhawi. Namun, tambah Qardhawi, Quthb adalah orang yang paling bertanggung jawab atas berkembangnya aliran pemikiran radikal yang sekarang marak di kalangan sebagian umat Islam. iol/taq</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=37&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2009/08/12/qardhawi-quthb-bertanggung-jawab-atas-berkembangnya-islam-radikal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan ber-Hizb dg nama Salaf &#8230;..</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2008/11/10/jangan-ber-hizb-dg-nama-salaf/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2008/11/10/jangan-ber-hizb-dg-nama-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, aku daper artikle bagus. SIlakan dibaca ya &#8230; =============== Assalamualaykum, Artikel ini ana ambil dari Maktaba Abu Salma..semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua. Imam Ibnu &#8216;Utsaimin *rahimahullahu* memperingatkan dari *hizbiyah* yang menyebut diri mereka sebagai *salafiyyun *namun mereka mudah menvonis sesat, bid&#8217;ah dan fasiq satu dengan lainnya, beliau *rahimahullahu*berkata : &#62; ولا شك [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=28&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, aku daper artikle bagus. SIlakan dibaca ya &#8230;</p>
<p>===============</p>
<p>Assalamualaykum,</p>
<p>Artikel ini ana ambil dari Maktaba Abu Salma..semoga bisa menjadi renungan<br />
bagi kita semua.</p>
<p>Imam Ibnu &#8216;Utsaimin *rahimahullahu* memperingatkan dari *hizbiyah* yang menyebut diri mereka sebagai *salafiyyun *namun mereka mudah menvonis sesat, bid&#8217;ah dan fasiq satu dengan lainnya, beliau<br />
*rahimahullahu*berkata :<br />
&gt; ولا شك أن الواجب على جميع المسلمين أن<br />
يكون مذهبهم مذهب السلف لا الانتماء<br />
&gt; إلى حزب معين يسمى السلفيين. والواجب أن<br />
تكون الأمة الإسلامية مذهبها مذهب<br />
&gt; السلف الصالح لا التحزب إلى ما يسمى<br />
(السلفيون) فهناك طريق السلف وهناك حزب<br />
&gt; يسمى ( السلفيون) والمطلوب اتباع السلف,<br />
إلا أن الإخوة السلفيين هم أقرب الفرق<br />
&gt; إلى الصواب *ولكن مشكلتهم كغيرهم أن بعض<br />
هذه الفرق يضلل بعضا ويبدعه ويفسفه*ونحن<br />
لا ننكر هذا إذا كانوا مستحقين, لكننا<br />
ننكر معالجة<br />
&gt; هذه البدع بهذه الطريقة&#8230;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Tidak ragu lagi, bahwa wajib bagi seluruh kaum muslimin agar<br />
menjadikan<br />
&gt; madzhab mereka dengan madzhab salaf, bukannya ber*intima&#8217;* (condong)<br />
&gt; kepada kelompok spesifik yang disebut dengan &#8220;salafiyyin&#8221;. Wajib<br />
untuk<br />
&gt; menjadi umat yang satu yaitu yang madzhabnya adalah madzhab *as-Salaf<br />
&gt; ash-Shalih* dan tidak malah ber*tahazzub* (berkelompok-kelompok)<br />
kepada<br />
&gt; kelompok yang disebut dengan &#8220;salafiyyin&#8221;. Ada *thoriq *(metode)<br />
salaf dan<br />
&gt; adapula kelompok yang disebut dengan &#8220;salafiyyin&#8221; sedangkan yang<br />
dituju<br />
&gt; adalah *ittiba&#8217;* (menauladani) salaf. Hanya saja,<br />
*ikhwah*(saudara-saudara) kita salafiyyin, mereka ini adalah kelompok yang paling<br />
&gt; dekat dengan kebenaran, namun problematika mereka adalah sama dengan<br />
&gt; kelompok-kelompok lainnya, *yaitu sebagian oknum dari kelompok ini,<br />
mereka<br />
&gt; mudah menvonis sesat, menvonis bid&#8217;ah dan fasiq*. Kami tidak<br />
mengingkari<br />
&gt; hal ini apabila mereka memang orang yang berhak untuk melakukannya<br />
&gt; (menvonis), namun yang kami ingkari adalah sikap memperbaiki<br />
kebid&#8217;ahan ini<br />
&gt; dengan metode yang seperti ini…&#8221;1<br />
&gt;<br />
&gt; Imam Ibnu &#8216;Utsaimin *rahimahullahu* juga berkata:<br />
&gt;<br />
&gt; السلفية هي اتباء منهج النبي صلى الله<br />
عليه و سلم وأصحبه لأنه مَن سلفنا<br />
&gt; تقدموا علينا, فاتباعهم هو السلفية.<br />
*وأما اتخاذ السلفية كمنهج خاص ينفرد به<br />
&gt; الإنسان ويضلّل من خالفه من المسلمين<br />
ولو كانوا على حقّ فلا شك أن هذا خلاف<br />
&gt; السلفية*.* **لكن بعض من انتهج **السلفية<br />
في عصرنا هذا صار يضلل كل من خالفه<br />
&gt; ولو كان الحق معه واتخاذها بعضهم منهجا<br />
حزبيا كمنهج الأحزاب الأخرى التي تنتسب<br />
&gt; إلى الإسلام وهذا هو الذي ينكر ولا يمكن<br />
إقراره.** **فالسلفية بمعنى أن تكون<br />
&gt; حزبا **خاصا له مميزاته و يضلل أفراده<br />
سواهم فهؤلاء ليسوا من السلفية شيء*.<br />
&gt; وأما السلفية التي هي اتباع منهج السلف<br />
عقيدة وقولا وعملا واختلافا واتفاقا<br />
&gt; وتراحما وتوادا كما قال النبي صلى الله<br />
عليه و سلم ((مثل المؤمنين في توادهم<br />
&gt; وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد<br />
إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد<br />
&gt; بالحمى والسهر)). فهذه هي السلفية الحقة.<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Salafiyyah adalah *ittiba&#8217;*(penauladanan) terhadap manhaj Nabi<br />
*Shallallahu<br />
&gt; &#8216;alaihi wa Sallam *dan sahabat-sahabatnya, dikarenakan mereka adalah<br />
salaf<br />
&gt; kita yang telah mendahului kita. Maka, *ittiba&#8217;* terhadap mereka<br />
adalah<br />
&gt; salafiyyah*. Adapun menjadikan salafiyyah sebagai manhaj khusus yang<br />
&gt; tersendiri dengan menvonis sesat orang-orang yang menyelisihinya<br />
walaupun<br />
&gt; mereka berada di atas kebenaran, maka tidak diragukan lagi bahwa hal<br />
ini<br />
&gt; menyelisihi salafiyyah!!!* *Akan tetapi, sebagian orang yang meniti<br />
manhaj<br />
&gt; salaf pada zaman ini, menjadikan (manhajnya) dengan menvonis sesat<br />
setiap<br />
&gt; orang yang menyelisihinya walaupun kebenaran besertanya. Dan sebagian<br />
mereka<br />
&gt; menjadikan manhajnya seperti manhaj hizbiyah atau sebagaimana<br />
&gt; manhaj-manhaj hizbi lainnya yang memecah belah Islam. Hal ini adalah<br />
perkara<br />
&gt; yang harus ditolak dan tidak boleh ditetapkan. Jadi, salafiyah yang<br />
bermakna<br />
&gt; sebagai suatu kelompok khusus, yang mana di dalamnya mereka<br />
membedakan diri<br />
&gt; (selalu ingin tampil beda) dan menvonis sesat selain mereka, maka<br />
mereka<br />
&gt; bukanlah termasuk salafiyah sedikitpun!!!* Dan adapun salafiyah yang<br />
*<br />
&gt; ittiba&#8217;* terhadap manhaj salaf baik dalam hal aqidah, ucapan, amalan,<br />
&gt; perselisihan, persatuan, cinta kasih dan kasih sayang sebagaimana<br />
sabda Nabi<br />
&gt; Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam : &#8220;*Permisalan kaum mukminin satu<br />
dengan<br />
&gt; lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan,<br />
bagaikan<br />
&gt; tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka<br />
seluruh<br />
&gt; tubuh akan merasa demam atau terjaga.*&#8221; Maka inilah salafiyah yang<br />
&gt; hakiki!!!&#8221;2<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt; 1.        lihat : Syarh al-Arbaain an-Nawawiyyah, oleh Fadhilatusy<br />
Syaikh<br />
&gt; Muhammad bin Sholih al-&#8217;Utsaimin, Cet. I, 1424/2003, Darun Nasyr Lits<br />
&gt; Tsuroya, Riyadh, hal. 272, hadits no. 28, fawaid ke-16<br />
&gt;<br />
&gt; 2.        Lihat : Liqo&#8217;ul Babil Maftuuh, pertanyaan no. 1322 oleh<br />
Syaikh<br />
&gt; Muhammad bin Shalih al-Utsaimin; dinukil dari Aqwaalu wa Fataawa<br />
al-Ulama&#8217;<br />
&gt; fit Tahdziri min Jama&#8217;atil Hajr wat Tabdi&#8217;, penghimpun : Kumpulan<br />
Para<br />
&gt; Penuntut Ilmu, cet. II, 1423/2003.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=28&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2008/11/10/jangan-ber-hizb-dg-nama-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Hidayatullah.com [2]</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2008/07/21/dari-hidayatullahcom-2/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2008/07/21/dari-hidayatullahcom-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 11:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Copas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Manuskrip Islam dalam &#8220;Genggaman” Barat [2] Tuesday, 22 July 2008 Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [bagian kedua] Hidayatullah.com&#8211;Di antara ratusan kitab yang ditulis Imam Nawawi adalah al Adzkar. Kitab yang berisi kumpulan doa ini masih menjadi rujukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=25&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manuskrip Islam dalam &#8220;Genggaman” Barat [2]<br />
Tuesday, 22 July 2008<br />
Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [bagian kedua]</p>
<p>Hidayatullah.com&#8211;Di antara  ratusan kitab yang ditulis Imam Nawawi adalah al Adzkar.  Kitab yang berisi kumpulan doa ini masih menjadi rujukan umat hingga sekarang. Tapi jangan kaget, kalau kitab ini aslinya justru tersimpan di Dublin Finlandia,  sebuah negara sekuler. Tepatnya di perpustakaan  Alfred Chester Beatty.</p>
<p>Demikian juga kitab Fawa’id fi Naqd al Asanid, karya Hafidz as Shuri.  Kitab ini aslinya tersimpan di Perpustakaan Museum Inggris di London. Bukan perpustakaan di sebuah negeri Islam.</p>
<p>Begitu pula Majmu’ Al Fatawa, karya Ibnu Taimiyah yang diterbitkan di Mesir pada tahun 2005, merujuk manuskrip yang berasal dari Perpustakaan Nasional Berlin di Jerman. Tidak hanya itu, masih ada ribuan kitab karya para ulama lainnya yang tersimpan di negeri Barat. Memang aneh, tapi ini nyata. Bagaimana itu bisa terjadi?</p>
<p>Bermula dari penjajahan negara-negara Barat pada negeri Muslim. Saat itulah, ratusan ribu manuskrip Islam diboyong ke Barat. Koran Sarq Al Ausath (14/3/2004) menyebutkan, ada 15.000 manuskrip Arab yang berada di perpustakaan museum Inggris. Prof. Dr. Muhammad Isa as Shalihiyah menyatakan, “Lebih dari 30 dari 72 ruangan yang berada di museum Inggris berisi peninggalan Mesir yang dicuri. Begitu juga di Prancis, walau tidak sebanyak itu.” Pernyataan Muhammad itu tertuang di dalam bukunya, Taghrib Turats al Arabi Baina ad Diblumasiyah wa at Tijarah (Pembaratan Karya Klasik Arab, antara Diplomasi dan Perdagangan) .</p>
<p>Ia juga mangatakan, museum Inggris didirikan setelah armada Inggris dan sejumlah pasukan perang negara itu memboyong manuskrip dan benda-benda bersejarah. Bahkan mereka tidak segan-segan memerangi rakyat, untuk memperolehnya.</p>
<p>Harian Al Wathan (4/4/2005), juga melansir tentang manuskrip-manuskrip Yaman yang diselundupkan keluar, terjadi antara abad 19 hingga 20. Menurut data resmi, ada sekitar 10 ribu manuskrip Yaman berada di Perpustakaan Miroziyana Italia, dan tiga ribu manuskrip berada di Perpustakaan Kongres Amerika, serta dua ribu manuskrip di perpustakaan museum Inggris.</p>
<p>Abdul Lathif Zaki Abu Hashim, Direktur Urusan Turats di Kementerian Wakaf Palestina menyebutkan, perpustakaan nasional Paris juga penuh dengan manuskrip hasil curian, berasal dari Mesir, Syiria dan Libanon. Sejumlah perpustakaan di Spanyol juga dijejali dengan manuskrip dari Andalusia. Nampaknya, Barat paham akan pentingnya benda-benda itu bagi umat Islam.</p>
<p>Memang tidak semua manuskrip Islam yang tersimpan di Barat itu hasil curian atau transaksi gelap lainnya. Ada pula yang lewat jalan terang, jual beli misalnya. Dan transaksi jual beli itu masih berlangsung hingga sekarang. Simaklah sebuah iklan di internet,  “Dijual, sebuah manuskrip dengan sampul kulit,  ukuran sedang, dari Andalusia, tahun 581 H, Syama’il Muhamadiyah, karya Tirmidzi, harga 25000 dolar Amerika, negara Maroko.”</p>
<p>Hancurnya Manuskrip di Iraq</p>
<p>Ini khusus tentang kasus pencurian manuskrip di Iraq. Dr. Ushamah Naqsabandi menulis di majalah Turatsiyat (Juli, 2006) tentang “serial” penyelundupan manuskrip ke luar dari negeri seribu satu malam itu. Ulah kriminal itu telah berjalan sejak abad 17. Kasus yang paling heboh, adalah hilangnya 1.200 manuskrip dari Iraq. Belakangan diketahui, manuskrip itu berada di perpustakaan museum Inggris. Perpindahan itu ternyata atas ulah tangan seorang pelancong Inggris bernama Wilson Bettj. Pada tahun 80-an, pemerintah Iraq telah berusaha meminta kembali manuskrip-manuskrip itu, walau akhirnya gagal.</p>
<p>Hal yang sama dilakukan oleh Fr Marteen dari Swedia pada akhir abad 19.  Manuskrip-manuskrip Iraq dibawanya hingga ke Boston, Amerika.  Setelah itu, ia mulai menikmati hasil curiannya. Kini, ia berprofesi sebagai penjual manuskrip dan benda-benda bersejarah di Eropa pada awal abad 20.</p>
<p>Ushamah, yang menjadi Direktur Dar Mahtuthat Iraqiyah (Wisma Manuskrip Islam) menyebutkan, sejak Amerika mengancam hendak menyerang Iraq pada tahun 1991, kasus pencurian manuskrip makin parah. Sekitar 364 manuskrip hilang, termasuk beberapa manuskrip langka, seperti Sihr al Balaghah dan Sir Al Bar’ah karya Imam Tsa’labi, yang ditulis pada 482 H. Tidak hanya itu, manuskrip-manuskrip yang berada di perpustakaan Fakultas Adab Universitas Baghdad juga banyak yang raib.</p>
<p>Ketika Amerika menduduki Iraq, kelestarian manuskrip semakin terancam. Bukan hanya pencuri yang menginginkan, tentara Amerika sendiri mengincarnya. Ushamah menuturkan, tentara negeri Paman Sam itu pernah berupaya menjebol pintu gudang penyimpaman manuskrip. Tapi gagal. Mereka kemudian mencoba membakar pintu. Beruntung para penduduk sekitar mencegahnya, hingga mereka ngacir pergi.</p>
<p>Selesai? Belum. Mereka kembali lagi dengan dalih bahwa tempat itu adalah gudang penyimpanan bom. Ushamah akhirnya membuka tempat itu, dengan disaksikan para wartawan internasional, untuk membuktikan bahwa bangunan itu adalah tempat penyimpanan manuskrip. Tapi keesokan harinya para serdadu itu kembali lagi. Mereka hendak  mengangkut manuskrip-manuskrip yang berada di 70 peti, untuk di bawa ke kamp militer mereka. Masyarakat tidak tinggal diam, mereka menghalangi dan mengepung pemimpin tentara itu, hingga mereka pergi dengan tangan hampa.</p>
<p>Tak hanya manuskrip yang dijarah, pasukan Amerika dan Inggris juga ikut mencuri benda-benda bersejarah di museum nasional Iraq, serta membakar beberapa perpustakaan yang berisi manuskrip. Para saksi mata yang enggan disebut namanya (karena alasan kemanan) mengatakan, pasukan Amerika dan Inggris dengan membawa beberapa tank, mendatangi musium nasional Iraq. Mereka menjarah benda-benda bersejarah. Setelah itu, para penjarah dari luar ikut beraksi disaksikan tentara Amerika dan Inggris. Akibatnya, sekitar 17 ribu benda berharga yang menjadi saksi sejarah dan peradaban Iraq raib  dari museum itu. Begitu juga nasib perputakaan per-waqafan Baghdad yang memiliki menuskrip langka, juga musnah.</p>
<p>Seakan kurang sempurna bagi Amerika, jika kekayaan intelektual umat  Islam di Iraq belum  musnah total. Di samping terjadi penjarahan terhadap Museum Nasional, Al Jazeera (17/3/2004) menyebutkan, bahwa Dar al Kutub wa al Watsaiq, perpustakaan yang juga penuh dengan manuskrip ikut menjadi sasaran penghancuran dan penjarahan. Di tempat yang sudah hancur itu, dulu tersimpan dokumen sejarah Iraq sejak masa ‘Utsmani, penjajahan Inggris, karajaan, hingga Iraq menjadi negara republik. Total, jumlah dokumen bersejarah yang tersimpan di tempat itu sekitar 17 juta.<br />
Sebenarnya Koichiro Matsura, kepala UNESCO, pernah mencoba menghentikan aktivitas pemusnahan manuskrip dan dokumen sejarah di Iraq. Ia mengirim surat kepada pemerintah Inggris dan Amerika pada tahun 2003, agar pasukan mereka ikut andil dalam menjaga kekayaan intelektual di Iraq. Ia juga meminta kepada Interpol agar mencegah penyelundupan benda-benda bersejarah dan manuskrip Iraq. Akan tetapi, sebagaimana yang terjadi, usaha itu tidak memberi efek sama sekali. [Thoriq/diambil dari Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2008/www.hidayatullah.com]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=25&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2008/07/21/dari-hidayatullahcom-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto jualan pasir</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2008/02/05/foto-jualan-pasir/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2008/02/05/foto-jualan-pasir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 12:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[http://en.wikipedia.org/wiki/Semakau_Landfill<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=22&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0" id="HB_Mail_Container">
<tr>
<td height="250" width="100%" vAlign="top"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Semakau_Landfill">http://en.wikipedia.org/wiki/Semakau_Landfill</a></td>
</tr>
<tr>
<td height="1" style="font-size:1pt;">
<div></div>
</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=22&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2008/02/05/foto-jualan-pasir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2007/12/18/20/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2007/12/18/20/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 06:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/2007/12/18/20/</guid>
		<description><![CDATA[Seruan Jahiliyah Imam al Bukhari rahimahullaH membuat suatu bab dalam kitab Shahih-nya yaitu bab maa yunHaa min da’watil jaaHiliyyah (bab apa yang dilarang dari seruan jahiliyah), kemudian beliau membawakan hadits berikut ini (hadits no. 3518), Dari Jabir radhiyallaHu ‘anHu, dia berkata, “Kami berperang bersama Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, dan orang-orang dari kalangan Muhajirin telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=20&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seruan Jahiliyah Imam al Bukhari rahimahullaH membuat suatu bab dalam kitab Shahih-nya yaitu bab maa yunHaa min da’watil jaaHiliyyah (bab apa yang dilarang dari seruan jahiliyah), kemudian beliau membawakan hadits berikut ini (hadits no. 3518), Dari Jabir radhiyallaHu ‘anHu, dia berkata, “Kami berperang bersama Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, dan orang-orang dari kalangan Muhajirin telah berkerumun padanya hingga menjadi banyak. Diantara kaum Muhajirin terdapat seorang laki-laki yang ahli bermain senjata, lalu ia memukul (pantat) seorang laki-laki Anshar. Maka laki-laki Anshar tersebut sangat marah hingga mereka saling meminta bantuan. Laki-laki Anshar berkata, ‘Wahai kaum Anshar’. Sementara laki-laki Muhajirin berkata, ‘Wahai kaum Muhajirin’. Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam berkata, ‘Apa urusan seruan-seruan jahiliyah ini ?, kemudian beliau berkata, ‘Apa urusan mereka ?. Maka dikabarkan kepadanya tentang perbuatan laki-laki Muhajirin yang memukul pantat laki-laki Anshar. Maka beliau ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam berkata, ‘Da’uuHaa fainnaHaa khabiitsatun (Tinggalkanlah ia-seruan itu-, karena sesungguhnya ia adalah sesuatu yang buruk)’” Imam Ibnu Hajar al Asqalani mengatakan tentang hadits di atas, “Seruan jahiliyah adalah seruan untuk meminta pertolongan saat ingin mengadakan peperangan. Mereka biasa mengatakan, ‘Wahai keluarga fulan’, maka mereka pun berkumpul dan memberi pertolongan kepada orang yang memanggil, meskipun ia berada di pihak yang salah. Maka Islam datang melarang perbuatan itu” (Fathul Baari Jilid 18, hal. 69) Namun demikian yang dilarang bukanlah seruan untuk meminta pertolongannya, namun seruan kepada kelompoknya atau golongannya- lah yang dilarang, sebagaimana perkataan Imam Ibnu Hajar rahimahullaH, “Berdasarkan keterangan ini diketahui bahwa meminta pertolongan bukanlah hal yang diharamkan, yang diharamkan adalah akibatnya, yaitu berupa seruan-seruan jahiliyah” (Fathul Baari Jilid 18, hal. 69-70) Sumber Bacaan : Fathul Baari Jilid 18, Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Pustaka Azzam, Jakarta, Cetakan Pertama, September 2006. Tarjamah Shahih Bukhari Jilid 4, Achmad Sunarto dkk, CV asy Syifa’, Semarang, Cetakan Pertama, Maret 1993. Mudah-mudahan dapat Bermanfaat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=20&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2007/12/18/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu itu Islam berjaya &#8230; meski bukan khilafah &#8230;</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2007/11/19/waktu-itu-islam-berjaya-meski-bukan-khilafah/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2007/11/19/waktu-itu-islam-berjaya-meski-bukan-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 09:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/2007/11/19/waktu-itu-islam-berjaya-meski-bukan-khilafah/</guid>
		<description><![CDATA[Ini termasuk kenyataan. Jadi jangan diingkari &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=18&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aluq.files.wordpress.com/2007/11/skala-waktu-kekuasaan-1.jpg" title="skala-waktu-kekuasaan-1.jpg"><img src="http://aluq.files.wordpress.com/2007/11/skala-waktu-kekuasaan-1.jpg?w=460" alt="skala-waktu-kekuasaan-1.jpg" /></a>Ini termasuk kenyataan. Jadi jangan diingkari &#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=18&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2007/11/19/waktu-itu-islam-berjaya-meski-bukan-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aluq.files.wordpress.com/2007/11/skala-waktu-kekuasaan-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">skala-waktu-kekuasaan-1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Timeframe Kekuasaan Islam</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2007/11/08/timeframe-kekuasaan-islam/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2007/11/08/timeframe-kekuasaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 08:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Copas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/2007/11/08/timeframe-kekuasaan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah skala waktu yang menunjukkan batas masa kekuasaan khalifah atau pun raja. Tampak sekali bahwa ada masa2 dua kekhilafahan berdiri tegak bersama2 tapi di lokasi yang jauh. &#60;!&#8211; &#8211;&#62; &#160;&#160;KICK ANDY&#160;&#160; &#8220;GILANYA ANAK MUDA&#8221; Download Real Player<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=16&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah skala waktu yang menunjukkan batas masa kekuasaan khalifah atau pun raja. Tampak sekali bahwa ada masa2 dua kekhilafahan berdiri tegak bersama2 tapi di lokasi yang jauh.</p>
<p><!-- begin embedded RealMedia file... --></p>
<table align="center" border="0" cellpadding="0" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td><img src="img/bening.gif" width="1" height="8" border="0"></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><img src="/img/logovideo.gif" border="0"></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="img/bening.gif" width="1" height="3" border="0"></td>
</tr>
<p>         <!-- begin video window... --></p>
<tr>
<td>
<table border="0" cellpadding="1" cellspacing="0" align="center">
<tr>
<td bgcolor="black">
<table border="5" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td>
<p>					       &lt;!&#8211; &#8211;&gt;</p>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<p>        <!-- ...end video window --><br />
          <!-- begin control panel... --></p>
<tr>
<td align="center">
</td>
</tr>
<p>          <!-- ...end control panel --><br />
          <!-- ...end embedded RealMedia file --></p>
<tr>
<td align="center">
<div><img src="img/bening.gif" width="1" height="10" border="0"></div>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td>
<div align="center" class="videojudul">&nbsp;&nbsp;KICK ANDY&nbsp;&nbsp;</div>
<div class="redline"><img src="img/bening.gif" width="1" height="3" border="0"></div>
</td>
</tr>
</table>
<div align="center" class="videotext">&#8220;GILANYA ANAK MUDA&#8221;</div>
<div><img src="img/bening.gif" width="1" height="40" border="0"></div>
<div><img src="/img/logometrovideo.gif"></div>
<div class="videotext">Download <a target="real" href="http://www.real.com/">Real Player</a></div>
</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=16&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2007/11/08/timeframe-kekuasaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tafsir Ibnu Katsier</title>
		<link>http://aluq.wordpress.com/2007/10/01/tafsir-ibnu-katsier/</link>
		<comments>http://aluq.wordpress.com/2007/10/01/tafsir-ibnu-katsier/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 10:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aluq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluq.wordpress.com/2007/10/01/tafsir-ibnu-katsier/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum,  HAri ini aku nemu link  bagus, buat dapetin free e-book. Ttg tafsir Ibnu Katsier tapi yang terjemahan. Ada di sini : http://www.kampungsunnah.co.nr/ Nah, kalo e-book yang lain ada di www.islamspirit.com Tapi kalo yang ini, pake bahasa arab. Wassalam, = aluq =<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=15&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, </p>
<p>HAri ini aku nemu link  bagus, buat dapetin free e-book. Ttg tafsir Ibnu Katsier tapi yang terjemahan. Ada di sini : <a href="http://www.kampungsunnah.co.nr/">http://www.kampungsunnah.co.nr/</a></p>
<p>Nah, kalo e-book yang lain ada di <a href="http://www.islamspirit.com/">www.islamspirit.com</a> Tapi kalo yang ini, pake bahasa arab.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>= aluq =</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aluq.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aluq.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aluq.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aluq.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aluq.wordpress.com&amp;blog=869437&amp;post=15&amp;subd=aluq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluq.wordpress.com/2007/10/01/tafsir-ibnu-katsier/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f6546bf1fec81119d419d3e4d3a34e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aluq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
